Sesi 4 Kapita Selekta - Ev. Inawaty Teddy

National Reformed Evangelical Convention (NREC) 2006
Iman, Pengetahuan & Pelayanan (III)
Wisma Kinasih, -

Sesi 4  Kapita Selekta
For Youth and Workers

Pengkhotbah: Ev. Inawaty Teddy
Nats Alkitab: Kejadian 2:9, 15-17

Nilai-Nilai di Dalam Pelayanan
Ketika Tuhan mencipta manusia, apa yang Tuhan inginkan? Dalam Kej. 2:9, 15-17 ada dua hal yang Tuhan berikan dan tuntut dari manusia. Tuhan berikan dan tumbuhkan banyak pohon yang baik dan berguna untuk manusia. Tuhan ingin manusia dapat menikmati. Tuhan bukan hanya tumbuhkan berbagai pohon, tapi juga yang menarik dan baik untuk dimakan. Tuhan ingin kita sungguh dapat menikmati Dia sehingga Ia menumbuhkan berbagai macam pohon. Keseluruhan pasal dua kita lihat bahwa Tuhan begitu mengasihi manusia dan memberikan yang terbaik. Lalu manusia harus bekerja di dalam ketaatan kepada Tuhan di dalam ibadah dengan Tuhan, sehingga Tuhan menempatkan manusia di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara. Yang Tuhan minta dan pada waktu itu cukup mudah dijalankan oleh Adam dan Hawa tidak dijalankan oleh mereka. Jika Tuhan sudah memberikan perintah yang jelas, apakah kita masih perlu untuk berpikir taat atau tidak? Sering kita berpikir ketika Hawa makan buah terlarang, Adam tidak ada. Alkitab mengatakan bahwa suaminya ada bersama-sama dengan dia. Kenapa Adam tidak mencegah Hawa untuk makan buah tersebut? Ular tidak langsung memasukkan buah ke mulut Hawa, mengapa Adam sebagai kepala keluarga tidak mencegah agar istrinya tidak memakan buah itu? Paulus mengatakan bahwa bukan Adam yang tergoda tetapi perempuan yang tergoda. Artinya perempuan percaya apa yang dikatakan oleh si iblis bahwa makan buah tidak akan mati malah akan menjadi seperti Allah. Tetapi Adam tidak tergoda dan tertipu. Dia tahu apa yang dikatakan oleh iblis tidak benar. Jika demikian kenapa dia tidak mencegah isterinya? Karena Adam ingin seperti Allah tahu tentang yang baik dan yang jahat, menentukan sendiri yang baik dan jahat. Keluar dan otoritas Tuhan dan menentukan sendiri jalan hidupnya.

Ketidaktaatan dan Adam membuat kita menjadi orang berdosa, namun ketaatan dan Kristus menjadikan kita benar. Yang paling penting dalam kehidupan Tuhan Yesus:

  1. Baptisan. Matius 3:17. Merupakan suatu peristiwa yang besar karena menunjukkan permulaan pelayanan Tuhan.
  2. Ujian 40 hari di padang gurun sebagai permulaan pelayanan. Seluruh ujian yang Yesus terima di padang gurun merupakan hal yang gagal ditaati oleh orang Israel.
  3. Pergumulan di taman Getsemani. Jika pelayanan Tuhan Yesus adalah pelayanan “ketaatan,” maka pelayanan kita juga haruslah merupakan suatu bentuk pelayanan ketaatan. Antara menjadi anak dan menjadi hamba ada hal yang sama, yaitu harus melayani dalam ketaatan.

Prinsip dalam pelayanan
Apa yang kita lakukan kepada masyarakat, tetangga menunjukkan kerohanian kita. Pelayanan kepada Tuhan adalah dalam segala aspek. Prinsipnya adalah: Kis. 20:35 (memberi lebih baik daripada menerima). Setiap kita mempunyai fungsi yang benar seperti apa yang Tuhan inginkan. Jika merasa gereja kurang sesuatu, jangan kritik tapi coba merasa bahwa ini adalah kesempatan bagi saya untuk memberi. Ketika kita memberikan berkat, justru kita yang paling mendapatkan berkat, karena Allah kita akan memberikan dan Dia akan memberikan lebih daripada apa yang telah kita beri. Hal selanjutnya adalah penyertaan Tuhan. Ini hanya diberikan apabila kita taat. Ketika kita taat, kita tahu Tuhan beserta dengan kita. Walaupun kita melayani tidak ada yang melihat, ketika memberi malah ditipu, Tuhan melihatnya. Seluruh hidup kita adalah pelayanan dalam ketaatan karena segala sesuatu adalah milik Tuhan dan kita hanyalah hamba. Pada akhirnya kita rindukan satu perkataan dan Tuhan, “hambaKu yang setia.” lnilah inti dari seluruh pelayanan kita.