Kebaktian Pembukaan - Pdt. Sutjipto Subeno

National Reformed Evangelical Convention (NREC) 2006 Iman, Pengetahuan & Pelayanan (III)
Wisma Kinasih, -

Kebaktian Pembukaan
For Youth and Workers

Kata Pengantar: Pdt. Sutjipto Subeno
Nats Alkitab: Kisah Rasul 20:24

Kita beriman adalah anugerah dari Allah. Tetapi kalau hanya berhenti sampai sini saja, maka itu iman yang tidak bertumbuh. Kita perlu iman yang terus bertumbuh dalam kesadaran bahwa saya harus mengenal siapa yang saya percaya. Ini adalah sesuatu yang absolut yang mengubah seluruh tatanan hidup kita.

Ketika kita menggumulkan pertumbuhan iman kita, tidak akan berakhir dalam diri kita. Tuhan memanggil kita dan Tuhan mengatakan bahwa kita dipanggil Allah untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Tuhan memanggil kita untuk berkarya. Tuhan berkata bahwa Dia tidak berdoa bagi dunia, tetapi berdoa bagi umat pilihan-Nya. Setelah pulang dari retreat ini kita harus punya semangat yang mau membagikan kepada dunia. Ketika kita belajar dan diperlengkapi kita menjalankan tugas yang sangat dibutuhkan dunia ini. begitu banyak orang kebingungan mengenai mana iman yang benar. Manusia telah capai dan telah terlalu pusing mengenal mana iman yang benar. Tetapi kalau manusia tidak peduli, apakah ini menyelesaikan masalah? Terpaan pluralisme telah membuat orang Kristen sendiri jadi kacau. Lalu terpaan kerusakan moral yang membuat manusia makin mirip binatang juga makin mencengkram hidup umat manusia.

Banyak orang Kristen cuma cari untung rugi sendiri dan mencari makna yang salah yang hanya berpusat pada materi. Bagaimana dengan relasi dengan firman? Bagaimana dengan hidup iman? Ya, saya percaya Tuhan Yesus, tetapi percaya itu satu hal, menjadi kaya itu hal yang lain. Hidup menjadi split. Saya adalah orang yang mengagumi Paulus. Orang yang dipakai Tuhan begitu luar biasa dan begitu giat membagi apa yang mereka telah terima. Paulus, dalam perpisahan dengan majelis Efesus karena dia mau ke Yerusalem, mereka berbincang-bincang di Miletus. Setelah perpisahan ini Paulus mengatakan bahwa mungkin dia akan mati di Yerusalem. Tetapi dia berkata bahwa kalau matipun dia rela. Pada saat inilah dia menularkan rahasia pelayanannya. Dalam Kisah Rasul 20:24 ini ada empat hal yang akan kita pelajari.

  1. Paulus memiliki total komitmen. Dia mengatakan dia tidak menghiraukan nyawanya sedikitpun! Ketika kita mengerjakan sesuatu kita harus memiliki totalitas hati dan seluruh konsentrasi. Paulus mengatakan bahwa dia tidak peduli nyawanya. Dia sudah sampai pada total komitmen yang penuh. Inilah starting point dari panggilan kekristenan.
  2. Paulus tidak menghiraukan nyawa agar pekerjaan Tuhan dapat digenapi. Yang punya nyawa tidak peduli nyaw karena apa? Apakah nyawa dikorbankan karena memang nyawanya murah? Di mana nilai dan keberadaan kita? Sesuatu yang menjadi total komitmen harus diiringi total mission. Saya harus selesaikan misi ini dan untuk itu perlu total komitmen dan untuk itu paulus tidak hiraukan nyawanya sedikitpun. Ini konsep nilai.
  3. Total obedience. Harus ada visi, yaitu apa yang Tuhan tetapkan untuk kita kerjakan. Tetapi bagi dunia, visi adalah mimpiku. Apa yang mau saya capai? Kepentingan manusia? Ambisi pribadi? Tetapi visi adalah kehendak Tuhan yang Dia mau sharing-kan. Lihatlah dunia sebagaimana Tuhan melihat. Merasa apa yang Tuhan rasakan, dan berpikir apa yang Tuhan pikirkan. Inilah visi dan Tuhanlah yang beranugerah dan membukakan visi ini. ketika kita belajar di tempat ini, jangan sekedar berhenti dalam pergumulan logika, tetapi lihatlah apa yang Tuhan mau nyatakan sebagai visi sesuai dengan kerelaan hati-Nya. Tuhan menuntut ketaatan total.
  4. Untuk memberi kesaksian bagi Injil. Total commitment, total mission, total surrender, dan total content. Isi yang penuh. Kalau tidak pekerjaan Tuhan akan jadi kacau. Semangat yang luar biasa, komitmen total, rela berkorban, tetapi tidak ada isi. Tidak ada berita yang disampaikan. Memberitakan Injil kasih karunia Allah. Injil yang sejati.

Bolehkah kita evaluasi diri? Supaya setiap yang saya beritakan boleh saya pertanggungjawabkan dihadapan Tuhan? Mari kita refleksikan diri. Sampai mana komitmen kita? Sampai mana misi sudah kita jalankan? Sampai mana ketaatan kita? Sampai mana isi berita Injil saya pahami?